Ketika selalu salah, sebenarnya ada hal yang mendasar untuk bisa berhenti berbuat salah, tetapi cara itu adalah cara sampah. Maksudnya kita bisa saja mundur, dan mengalah, tetapi yang salah tetap menjadi salah. Kadang oleh karena dunia terlalu menuntut kita sempurna, sebuah kesalahan tidak bisa ditolerir.
Yang nantinya kita malah sering tampak ternyata benar orang yang selalu salah a.k.a Baperan. Aduh, itu perasaan aneh yang bahkan anak kecil bisa mulai rasakan, ketika dia tidak bisa berbaur sama dengan temannya. Perasaan itu bisa diatur, namun kondisi pemicunya gak bisa diatur.
Baiknya kita nilai dulu, hey kamu yang nulis sekaligus satu-satunya yang baca untuk intropeksi diri. Ya, kamu sekarang lagi Auto Kritik, sebab kamu sedang mengarah kearah yang salah arah. Yaitu kamu sedang berjuang tak tentu arah, bermain game marah-marah, baca cerita sedih malah ikutan sedih, banyak waktu tetapi sering mempersalahkan kerjaan yang kepingin diselesaikan, tetapi gak selesai-selesai, sering berolahraga cuma seringnya hanya berlelah-lelah kelainan arah.
Jadi hey kamu yang nulis ini, coba dulu sekalian tulis ini catat apa yang harus dilakukan pada garis kata-kata dalam lembaran digital ini. Coba uraikan cara kamu berkata-kata, sehingga jelas bagaimana kamu berpikiran tak teratur dalam setiap paragraphnya. Kamu mau saya bilang salah, nanti malah mojok terus gelisah sebab gak pernah mau kalah. Tuh, kan kamu sendiri aja gak mencintai kamu bagaimana berubah kearah yang berlawanan dari hal yang salah.
Bukankah antara kutub utara, dan selatan itu rentangnya cukup panjang, sehingga gak mungkin ditekuk, atau dilipat untuk sekedar mempertemukannya, sebab mereka akan tetap pada posisi awal dia ditentukan, dan diletakan semulanya. Yah, kalau kamu mau berdewasa untuk menjadi gagah perkasa, kamu harus berani kritik kasar si b*reee*gssk yang sering menarik kamu kejalur yang salah. Panggil dia dari alam bawah sadar mu yang sering muncul disaat terburu-buru, dan disaat keadaan sendu, atau ketika dia mencuri kebahagianmu saat semua perlu disikapi wajar-wajar saja.
Itu siapa yang dia hidupnya kayak benalu, itu panggil keluar dulu usir dari dalam jiwa mu, sebab dia sedang merong-rong kehebatan kata orang yang bilang ada potensi besar dalam dirimu. Yang bahkan sering membuatmu malah seolah-olah itu sudah ada didapat dalam dirimu, tetapi malah jadi jebakan untuk membuat muncul kebodohan cara berpikirmu.
Satu aku berhenti untuk mencoba sesuatu yang sudah lebih dari dua atau tiga kali menyita waktu, tetapi tak ada hasil dalam jangka waktu tertentu.
Dan dua nya itu aku tarik diri dalam setiap kesempatan waktu untuk membuat kondisi sehat secara mental, saat masih harum, dan baru-baru bila memang menurut analisa tidak ada harapan maju ditempat yang kau kira gak mungkin mengasah tajam, atau membuatmu maju.
Tiga, kamu itu tahu siapa-siapa yang sebelum memulainya sudah akan membuat kondisi itu tak baik sebelum memulainya menjadi catatan memori yang agak abu-abu, sungguh lebih baik jangan dipaksakan dulu, karena akan kembali terbuang, dan tak berbalik baik kearah mu. Mudahi saja sudahi aja itu coba lakukan dulu.
Kita uji nanti apakah berhasil, setidaknya itu jalankan aja sesaat ini yuk...
Selalu salah bukan bersalah, tetapi bersikaplah setelah pernah salah
Reviewed by Alfiyanto.J.S
on
1:25 AM
Rating:
Reviewed by Alfiyanto.J.S
on
1:25 AM
Rating:

No comments: